selamat membaca, semoga bermanfaat

HIIII

Minggu, 07 Oktober 2012

bagaimana perilaku konsumen dapat mempengaruhi keberhasilan suatu prouk


BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam mengenal konsumen kita perlu mempelajari perilaku konsumen sebagai perwujudan dari seluruh aktivitas jiwa manusia itu sendiri. Suatu metode didefinisikan sebagai suatu wakil realitias yang di sederhanakan. Model perilaku konsumen dafat didefinisikan sebagai suatu sekema atau kerangka kerja yang di sederhanakan untuk menggambarkan aktiviras-aktiviras konsumen. Model perilaku konsumen dapat pula di artikan sebagai kerangka kerja atau suatu yang mewakili apa yang di yakinkan konsumen dalam mengambil keputusan membeli.
Adapun yang mempengaruhi factor-faktor perilaku konsumen yaitu :
Kekuatan sosial budaya terdiri dari faktor budaya, tingkat sosial, klompok anutan (small referebce grups), dan keluarga. Sedangkan kekuatan pisikologis terdiri dari pengalaman belajar, kepribadian, sikap dan keyakinan.  Sedangkan tujuan dan fungsi modal perilaku konsumen sangat bermanfaat dan mempermudah dalam mempelajari apa yang telah diketahui mengenai perilaku konsumen. Menganalisis perilaku konsumen akan lebih mendalam dan berhasil apa bila kita dapat memahami aspek-aspek pisikologis manusia secara keseluruhan. Kemampuan dalam menganalisis perilaku konsumen berarti keberhasilan dalam menyalami jiwa konsumen dalam memenuhi kebutuhannya.  Dengan demikian berarti pula keberhasilan pengusaha, ahli pemasaran, pimpinan toko dan pramuniaga dalam memasarkan suatu produk yang membawa kepuasan kepada konsumen dan diri pribadinya.
1.2 Rumusan Masalah
1.    Bagaimana  perilaku konsumen itu dalam Ilmu Ekonomi Mikro ?
2.    Bagaimana Factor-faktor apa saja yang mempengaruhi perilaku konsumen ?
3.    Bagaimana Metode apa saja yang digunakan dalam perilaku konsumen ?
4.    Bagaimana teori dari perilaku konsumen ?
1.3 Tujuan
1.    Untuk mengetahui apakah perilaku konsumen itu dalam ilmu ekonomi Mikro
2.    Untuk mengetahi faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi perilaku konsumen
3.    Untuk mengetahui metode apa saja yang di gunakan dalam perilaku konsumen
4.    Untuk mengetahui teori dari perilaku konsumen
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengerian perilaku konsumen itu dalam ilmu ekonomi Mikro
Dalam Ilmu Ekonomi Mikro yang dimaksud dengan konsumen kegiatan konsumen adalah seseorang atau kelompok yang melakukan serangkaian kegiatan konsumsi barang atau jasa. Pengertian lain tentang konsumen adalah orang atau sesuatu yang membutuhkan, menggunakan dan memanfaatkan barang atau jasa.
Konsumen biasa memiliki kebiasaan dan tikah laku yang berbeda-beda. Di desa berbeda dengan kebiasaan yang ada di kota, tergantug pada jumlah pendapatan mereka. Konsumen adalah seseorang yang mengkonsumsi suatu barang atau jasa.  Maka konsumsi seseorang itu tergantung pada : pendapatan, pendidikan kebiasaan dan kebutuhan. Adapun pengetrian perilaku konsumen, yaitu tingkah laku dari konsumen, dimana mereka dapat mengilustrasikan untuk membeli, menggunakan, mengevaluasi dan memperbaiki dan memoerbaiki sutu peroduk dan jasa mereka. Fokus dari perilaku konsumen adalah bagai mana individu membuat keputusan untuk mengkonsumsi suatau barang.
Jemes  F. engel et al (1968:8) berpendapat bahwa:
Perilaku konsumen di definisikan sebagai tindakan tindakan individu yang secara langsung terlibat dalam usaha memperoleh dan mengunakan barang-barang jasa ekonomis termasuk proses pengambilan keputusan ysng mendahului dan menentukan tindakan-tindakan tersebut.
David L. Loundon dan Albert  J. Della Betta (1984:6)mengemukakan bahwa : perilaku konsumen dapat di definisikan sebagai proses pengambilan keputusan dan aktivitas individu secara fisik yang di libatkan dalam proses mengevaluasi, memperoleh, mengunakan atau dapat mengunakan barang-barang dan jasa.
Berdasarkan pendapat para ahli diatas dapat disimpulkaan bahwa perilaku konsumen adalah tindakan-tindakan yang di lakukan oleh individu, kelompok atau organisasi yang berhubungan dengan proses pengambilan keputusan dalmm mendapatkan, mengunakan barang-baarangb atau jasa-jasa ekonomis yang dapat di pengaruhi lingkungan.
Ada tiga variable dalam mempelajari perilaku konsumen, yaitu variable stimulus, variable respond an variable antara.
1.      Variable stimulus
Vaariabel stimulus merupakan variable yang berada di luar diri individu (factor eksternal yang sangat berpengaruh dalam proses pembelian. Contoh : merek dan jenis barang, iklan, penataan barang, dan ruang toko.
2.      Variablel respons
Variable respon merupakan hasil aktivita individu sebagai reaksi dan variable setimulus stimulus. Variable respons sangat berpergantung pada factor indifidu dan kekuatan stimulus. Contoh:keputusan membeli, pemberi penilaian terhadap barang, perubahan sikap terhadap suatu produk.
3.      Variable intervening
Variabel I intervening adalah variable atara stimulus dan respons. Variabel ini merupakan variabel internal individu ,termasuk motif motif membeli ,sikap terhadap suatu peristiwa ,dan persepsi terhadap suatu barang .peranan variable intervening adalah untuk memotifasikan respons.
Variable lain dalam mempelajari konsumen adalah variable observable yaitu pendekatan kotak dapatkan input –input stimulus pada kotak hitam ,dan output respons tertentu sebagai reaksi nya,tetapi kit adapt melihat variable intervening yang berhibungan dengan input dan output.
Kebutuhan konsumen
istilah konsumen sering di artikan sebagai dua jenis konsumen yaitu:konsumen individu dan konsumen organisasi .konsumen individu membeli barang dan jasa untuk di gunakan sendiri . miaslnya ,sepatu ,pakaian ,dan sabun.konsumen individu membeli barng dan jasa yang akan di gunakan oleh angota keluarga yang lain ,misalnya susu formula untuk bayi,atau untuk digunakn seluruh angota keluarga ,misal tv,rumah dan mobil. Konsumen individu mungkin juga membeli barang dan jasa  untuk hadiah temen ,saudara  atau oarng lain dalam kontek barang dan jasa yang di beli kemudian di gunakn oleh individu dan sering disebut pemakain ahir atau konsumen ahir. Jenis kedua adalah konsumen oarganisasi , yang meliputi organisasi  bisnis  , yayasan lembaga social , kantor pemerintah ,dan lembaga lainya (sekolah peguruan tinggi ,rumah sakit).semua jenis organisasi  ini harus membeli produk peralatan dan jasa jasa lainya untuk menjalankan seluruh kegiatan oarganisasi nya .konsumen individu dan konsumen organisasai adalah sama pentingnya mereka memberikan sumbgan yang sangat penting bagi perkembngan pertumbuhan ekonomi .
Kebutuhan dapat di definisikan sebagai suatu kesenjagan atau prtentangan yang dialami antar suatu kenyataan dengan dorongan yang ada dalam diri.apabila konsumen kebutuhanya tidak di terpenuhi ,ia akan menunjukan prilaku kecewa .sebaliknya jika  terpenuhi ,konsumen akan  memperlihatkan prilaku yang gembira sebagai manisfestasi rasa puasnya.
Tipologis kebutuhan .
a)  Hirarki kebutuhan menurut teori Abraham maslow.
1.  kebutuhan fisiologis ,yaitu kebutuhan makan,minum ,perlindungan fisik ,bernafas ,seksual. kebutuhan ini merupakn kebutuhan tinkat rendah atau disebut pula sebagai kebutuhan paling dasar.
2.   kebutuhan rasa aman ,yaitu kebutuhan akan perlindungan  dari ancaman ,bahaya ,pertentangan ,dan lngkungan hidup.
3.   kebutuhan merasa memiliki ,yaitu kebutuhan untuk diterima oleh kelompok ,berafiliasi ,berintraksi ,dan kebutuhan untuk mencintai dan dicintai.
4.  Kebutuhan akan harga diri, yaitu kebutuhan untuk dihormati dan dihargai orang lain.
5.  Kebutuhan untuk mengaktualisasikan diri, yaitu kebutuhan untuk menggunakan kemampuan, skill dan potensi, kebutuhan untuk berpendapat dengan mengemukakan ide-ide, member penilaian dan kritikan terhadap sesuatu.
b) Kebutuhan menurut David McCellan.
Menurut David McCellan kebutuhan ada 3 mmacam, yaitu:
1.  Need for achievement, yaitu kebutuhan untuk berprestasi yang merupakan refleksi dari dorongan akan tanggung jawab untuk pemecahan masalah. Seorang yang kebutuhan berprestasinya tinggi cenderung untuk berani mengambil resiko. Kebutuhan untuk berprestasi adalah kebutuhan untuk melakukan pekerjaan lebih baik dari pada sebelumnya, selalu berkeinginan mencapai prestasi yang lebih tinggi.
2.  Need for affilation, yaitu kebutuhan untuk nerafiliasi yang merupakan dorongan untuk berinteraksi dengan orang lain, berapda bersama orang lain, tidak mau melakukan kegiatan yang merugikan orang lain.
3.  Need for power, yaitu kebutuhan akan kekuasaan yang merupakan refleksi dari dorongan untuk mencapai autoritas, untuk memiliki pengaruh pada orang lain.
Revolusi dan konflik kebutuhan
Ada empat tipe situuasi konflik, yaitu:
1.      Approach-approach konflik, adalah konflik yang terjadi apabila konsumen dihadapkan pada situasi yang positif secara serentak atau bersamaan, yang harus dipilih salah satu alternative sebagai suatu tindakannya. Misalnya konsumen harus memutuskan memilih diantara dua merek dari produk yang sama secara bersamaan. Konsumen merasa dua merek tersebut seimbang positifnya dalam menghadapi situasi tersebutm, yang terpenting bagi manajer ialah berupaya mengembangkan strategi yang bisa membuat merk yang berbeda dari produk yang berkwalitas yang seimbang.
2.      Approach-avoidance,konflik adalah konflik yang terjadi jika konsumen dihadapkan dalam situasi yang bersmaan dan ia harus segera melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu. Misalnya konsumen ingin membeli suatu barang, tetapi uang yang ada padanya adalah untuk memenuhi kebutuhan yang lainya. Atau konsumen ingin memiliki suatu barang, tetapi tidak mempunyai uang untuk membelinya. Ahli pemasaran harus dapat mengidentifikasikan kwalitas produk yang layak untuk konsumen. Disamping it, dapat pula dilakaukan pembelian secara kredit.
3.      Avoidance-avoidance,konflik adalah konflik yang terjadi apabila konsumen dihadapkan pada situasi yang segera harus menghindarkan dua tujuan atau tindakan. Misalnya, konsumen mempunyai kebutuhan yang mendesak untuk memiliki suatu barang, tetapi barang yang tersedia ditoko adalah narang dengan merk yang tidak disukainya.
4.      Doble approach-avoidance conflict, adalah konflik yang terjadi apabila konsumen dihadapkan kepada dua situasi yang bersamaan, satu situasi berpengaruh positif dan situasi lainya berpengaruh negative jika tidak dilaksanakan. Misalnya konsumen mempunyai kebutuhan yang mendesak untuk membeli suatu barang, tetapi pada saat yang bersamaan uang yang ada padanya harus pula dibelikan obat.
Devinisi perilaku konsumen
Schiffman dan kanuk (1994)mendevinisikan prilaku konsumen sebagai berikut  Perilaku konsumen diratikan sebagai perilaku yang di perlihat kan konsumen  dalam mencari ,membeli ,mengunakan ,mengefaluasi dan meng habiskan produk dan jasa yang mereka harapkan  akan memuasakan  kebutuhan mereka .
Pemasaran
Sebagai mana konsumen lainya di berbagai belahan dunia lain ,konsumen Indonesia sngat beragam.mereka berbeda dalam hal adat istiadat dan budaya ,usia pendidikan ,pekerjaan ,setatus perkawinan ,dan gaya hidup mereka ,para pemasar wajib memehami karakter  kesamaan konsumen  atau perilaku konsumen agar mereka mampu memasarkan produknya dengan baaik.para pemasar harus memahami mengapa dan bagaimana konsumen mengambil keputusan kosumsi ,sehinga pemasar  dapat merancang setrategi pemasaran dengan lebih  baik.pemasar yang mengerti prilaku konsumen akan mampu memperkirakan  bagai mana kecendrungan konsumen untuk beriaksi  terhadap informasi yang ditrimanya ,sehinga pemasar dapat menyusun strtegi pemasaran yang sesuai .tidak dapat diragukan lagi bahwa pemasar yang  memahami konsumen akan memiliki kemampuan bersaing yang lebih baik.prilaku pemasar yang memahami prilaku konsumen juga akan mampu mempengaruhi prilaku tersebut sehinga sesuai dangan apa yang diiginkan pemasar .mempengaruhi  perilaku  konsumen adalah mempengaruhi pilihan konsumen agar mau memilih produk tertentu dan merek tertentu yang ditawarkan pemasar tersebut .proses mempengarui konsumen biasanya di lakukan melalui strategi pemasar an yang tepat.
Prilaku pencaian konsumen
para peneliti mendapatkan bahwa ada dua jenis  proses pencarian konsumen yaitu:
1. pencarian internal adalah:usaha konsumen untuk memengil kembali memori  informasi jangka panjangmengenahi produk atau jasa yang dapat memecahkan masalah .setelah mereka mengakui bahwa ada masalah ,para konsumen akan terlibat dalam pencarian informasi internal ,sebagimana telah kita sebutkan sebelumnya ,pencarian internal merupakan pencarian melalui memori informasi tentang produk atau jasa yang dapat memecahkan masalah yang perlu dipecahkan .bila hal ini merupakan masalah dengan keterlibatkan tinggi yang ekstensif ,maka konsumen dapat secara aktif mencari informasi jangka panjang mengenahi alternative  merek . bila merupakan masalah dengan keterlibatan rendah yang biasa ,pencarian internal mungkin cukup terbatas .bila masalah yang diidentifikasikan menuntut pembelian berdasarkan pengalaman ,maka para konsumen akan nternal  .(jika suatu proses pengaruh prilaku di gunakan ,maka tidaklah tepat untuk mengambarkan proses pencarian sebagai yang sedang terjadi).apabaila konsumen memulai pencarian informasi internal ,mereka berupaya untuk mendapatkan kembali memeori jangka panjang ata merek merek yang  dapat memecahkan masalah mereka .kesadaran:merupakan subperangkat dari seluruh merek poten sial di alam semesta dan produk yang tersedia .pada tingkat minimum ,suatu perusahaan ingin agar mereknya menjadi bagian dari perngakt  kesadaran setiap konsumen ,karna bila konsumen bila tidak menyadari sustu merek mereka tidak akan memperhatikan merek tersebut .pertimbangan(di sebut juga  perngakt yang di bangkitkan )atau merek merek pruduk produk yang dapat diterima untuk di pertimbangkan lebih lajut.
2.2 Factor-faktor apa saja yang mempengaruhi perilaku konsumen
Ada tiga factor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen. Yaitu :
(1). Konsumen Individu
a.       Kebutuhan konsumen,
b.      Persepsi atas karakteristik merek,
c.       Sikap kearah pilihan. Sebagai tambahan, pilihan merek dipengaruhi oleh demografi konsumen, gaya hidup, dan karakteristik personalia.
(2). Pengaruh Lingkungan
Lingkungan pembelian konsumen ditunjukkan oleh
a.       Budaya (Norma kemasyarakatan, pengaruh kedaerahan atau kesukuan),
b.      Kelas sosial (keluasan grup sosial ekonomi atas harta milik konsumen),
c.       Grup tata muka (teman, anggota keluarga, dan grup referensi)
d.      Faktor menentukan yang situasional ( situasi dimana produk dibeli seperti keluarga yang menggunakan mobil dan kalangan usaha).
(3). Marketing strategy
Merupakan variabel dimana pemasar mengendalikan usahanya dalam memberitahu dan mempengaruhi konsumen. Variabel-variabelnya adalah
a.       Barang,
b.      Harga,
c.       Periklanan
d.      Distribusi yang mendorong konsumen dalam proses pengambilan keputusan. Pemasar harus mengumpulkan informasi dari konsumen untuk evaluasi kesempatan utama pemasaran dalam pengembangan pemasaran.
Aplikasi perilaku Konsumen ke STRATEGI PEMASARAN

UMPAN BALIK KEPASAR
Pengembangan Strategi Pemasaran

UMPAN BALIK KEKONSUMEN
Evaluasi pembelian yang lalu

KONSUMEN INDIVIDU

RESPON KONSUMEN

PENGARUH

KEPUTUSAN KONSUMEN
Kebutuhan ini digambarkan dengan garis panah dua arah antara strategi pemasaran dan keputusan konsumen dalam gambar penelitian pemasaran memberikan informasi kepada organisasi pemasaran mengenai kebutuhan konsumen, persepsi tentang karakteristik merek, dan sikap terhadap pilihan merek. Strategi pemasaran kemudian dikembangkan dan diarahkan kepada konsumen.
Ketika konsumen telah mengambil keputusan kemudian evaluasi pembelian masa lalu, digambarkan sebagai umpan balik kepada konsumen individu. Selama evaluasi, konsumen akan belajar dari pengalaman dan pola pengumpulan informasi mungkin berubah, evaluasi merek, dan pemilihan merek. Pengal    amn konsumsi secara langsung akan berpengaruh apakah konsumen akan membeli merek yang sama lagi.
Panah umpan balik mengarah kembali kepada organisasi pemasaran. Pemasar akan mengiikuti rensponsi konsumen dalam bentuk saham pasar dan data penjualan. Tetapi informasi ini tidak menceritakan kepada pemasar tentang mengapa konsumen membeli atau informasi tentang kekuatan dan kelemahan dari merek pemasar secara relatif terhadap saingan. Karena itu penelitian pemasaran diperlukan pada tahap ini untuk menentukan reaksi konsumen terhadap merek dan kecenderungan pembelian dimasa yang akan datang. Informasi ini mengarahkan pada manajemen untuk merumuskan kembali strategi pemasaran kearah pemenuhan kebutuhan konsumen yang lebih baik.
2.3 Metode–Metode Penelitian Perilaku Konsumen
Macam-macam penelitian konsumen
Ada dua macam penelitian konsumen, yaitu penelitian yang bersifat eksplorasi dan penelitian tentang kesimpulan konsumen
Ø  Penelitian ekplorasi : Metode yang digunakan dalam penelitian ekplorasi konsumen adalah metode mempengaruhi dan metode memfokuskan kelompok.
Ø  Metode mempengaruhi konsumen : Melalui pemberian sugesti kepada konsumen secara sepontan
1.    Metode memusatkan atau mempokuskan kelompok konsumen. Kelompok konsumen tersebut mengasosiasi kanya secara bebas terhadap masalah-masalah yang ada dalam pasal.
2.    Pendekatan penelitian konsumen
Penelitian eksplorasi tidak di rencanakan untuk menyimpulkan jawaban dalam meneliti pertanyaan yang diberikan konsumen. Oleh karena itu, peneliti megenai kesimpulan konsumen terhadap sutu produk, mereka dan pelayanan itu penting peneliti kesimpulan konsumen dapat juga digunakan menentukan apa yang mempengaruhi konsumen
Pendekatan penelitian konsumen Ada dua pendekatan penelitian, yaitu pendekatan penelitian cross-soctional dan longitudinal.
  1. Pendekatan penelitian cross-sectional : Pendekatan ini di maksud untuk meneliti aspek-aspek perilaku konsumen yang menggunakan waktu secara relative singkat misalnya meneliti perubahan perilaku konsumen pada watu tertentu mempelajari nilai dan sikap kosumen terhadaf suatu produk dalm momen waktu tertentu.
  2. Pendektan penelitian longitudinal: Pendekatan ini dimaksud untuk meneliti-aspek perilaku konsumen yang terjadi dalam beberapa periode waktu tertentu, Misalnya : mengadakan penelitian mengenai pendekatan masyarakat tentang suatu produk dapat bertahan selama beberapa waktu. Pendekatan penelitian longitudinal dilakukan pada periode waktu yang relative lama, sedangkan pendekatan penelitian cross-sctional menggnakan waktu yang relative singkat atau sesaat.
Metode-metode penhumpulan informasi konsumen Ada tiga metode pengumpulan informasi kosumen, yaitu metode observasi, ekspresimen dan survai.
1.      Metode observasi : Salah satu mempelajair konsumen adalah dengan cara mengobservasi perilakunya yang tampak, misalnya mengamati kebiasaan konsumen member produk merk tertentu, sikap dan penilaiyan konsumen terhadap suatu produk atau merk, jenis-jenis yang paling disukai oleh konsumen .
2.      Metode ekspesimen metode ini merupakan metode pengumpulan dengan cara mengadakan ekspresimen atau percobaan terhadap situasi. Misalnya: mengukur pengaruh situasi khusus terhadap sikap dan prilaku membeli. Metode ekspresimen terdiri dari eksperimen laboratorium, dan eksperimen lapangan.
Ø  Eksperimen Laboratorium : Percobaan yang dilakukan dilaboratorium adalah untuk mengontrol variabel-variabel dari luar. Misanya : mengadakan percobaan terhadap kesukaan konsumen.
Ø  Eksperimen Lapangan : Perconaan ini dilakukan untuk mengetahui respon konsumen terhadap sutu produk, merek baru yang di perkenalkan atau dipasarkan. Dapat juga untuk mengetahui pengaruh harga, iklan terhadap pemasaran produk, atau merek baru.
3.      Metode Survai : Metode pengumpukan data atau informasi konsumen melakukan partisipsi secara aktif. Ada tiga teknik dalam metode survai, yaitu wawancara pribadi (personal interview), survai melalui telepon (teleponsuveys), dan survai melalui surat (mail surveys)
Ø Wawcara pribadi : Teknik pengumpulan informasi yang di lakikan dengan infrmasi secara langsung berhadap-hadapan antara pewawancara (interviewer) dengan konsumen.
Ø Survei melalui telepon : Teknik pengumpulan informasi konsumen melalui  telepon dimaksud untuk mengetahui pendapat konsumen terhadap penggunaan barang yang telah di belinya.
Ø Survai melalui surat : Teknik pengumpulan melalui surat dimaksud untuk menyebar luaskan kuisioner kapada konsumen melalui metode pos. Tujuan survei melalui surat antara lain adalah untuk medapat informasi mengenai tanggapan dan perilain konsumen terhadap suatu produk.
2.4 Teori Perilaku Konsumen
Perilaku permintaan konsumen terhadap barang dan jasa akan dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya: pendapatan, selera konsumen, dan harga barang, disaat kondisi yang lain tidak berubah (ceteris paribus). Perilaku konsumen ini didasarkan pada Teori Perilaku Konsumen yang menjelaskan bagaimana seseorang dengan pendapatan yang diperolehnya, dapat membeli berbagai barang dan jasa sehingga tercapai kepuasan tertentu sesuai dengan apa yang diharapkannya.
Pendekatan Perilaku Konsumen
Pendekatanuntuk mempelajariperilaku konsumen dalam mengkonsumsi suatu barang:
1.Pendekatan Kardinal
2.Pendekatan Ordinal
Asumsi: Konsumen bersikap rasionalDengan anggaran yang tersedia, konsumen berusaha memaksimalkan kepuasan totalnya dari barang yang dikonsumsinya.
1.) Pendekatan Kardinal
  1. Kepuasan konsumsi dapat diukur dengan satuan ukur.
  2. Makin banyak barang dikonsumsi makin besar kepuasan
  3. Terjadi hukum The law of deminishing Marginal Utility pada tambahan kepuasan setiap satu satuan.Setiap tambahan kepuasan yang diperoleh dari setiap unit tambahan konsumsi semakin kecil.( Mula – mula kepuasan akan naik sampai dengan titik tertentu atau saturation point tambahan kepuasan akan semakin turun ).Hukum ini menyebabkan terjadinya Downward sloping MU curva. Tingkat kepuasan yang semakin menurun ini dikenal dengan hukum Gossen.
  4. Tambahan kepuasan untuk tambahan konsumsi 1 unit barang bisa dihargai dengan uang, sehingga makin besar kepuasan makin mahal harganya. Jika konsumen memperoleh tingkat kepuasan yang besar maka dia akan mau membayar mahal, sebaliknya jika kepuasan yang dirasakan konsumen redah maka dia hanya akan mau membayar dengan harga murah
.Pendekatan kardinal biasa disebut sebagai Daya guna marginal.
Skedul Utiliti Total
Qx
TUx
MUx
0
0
1
10
10
2
18
8
3
24
6
4
28
4
5
30
2
6
30
0
7
28
-2
Keseimbangan Konsumen Keseimbangan konsumen tercapai jika konsumen memperoleh kepuasan maksimum dari mengkonsumsi suatu barang.Syarat Keseimbangan:
1.MUx/Px = MUy/Py = ….= MUn/Pn
2.Px Qx + Py QY + ……+  Pn Qn = M
MU  = marginal utility
P      = harga
M     = pendapatan konsumen
Q
1
2
3
4
5
6
7
8
MUx
16
14
12
10
8
6
4
2
MUy
11
10
9
8
7
6
5
4
Diketahui        :    Px  = 2        Py  =  1            M  = 12
Syarat Equilibrium:
1. MUx / Px  =  MUy / Py
12 / 2  =  6 / 1
2. Px Qx + Py QY  =  MPx Qx + Py QY  =  M
(2) (3) + (1) (6)   = 12
Total Utility     =  MUx QX + MUy QY
=  (12) (3) + (6) (6)
=  72
2.) Pendekatan Ordinal
Kelemahan pendekatan kardinal terletak pada anggapan yang digunakan bahwa kepuasan konsumen dari mengkonsumsi barang dapat diukur dengan satuan kepuasan. Pada kenyataannya pengukuran semacam ini sulit dilakukan. Pendekatan ordinal mengukur kepuasan konsumen dengan angka ordinal (relatif).Tingkat kepuasan konsumen dengan menggunakan kurva indiferens (kurva yg menunjukkan tingkat kombinasi jumlah barang yang dikonsumsi yang menghasilkan tingkat kepuasan yang sama).
Ciri-ciri kurva indiferens:
1.      Mempunyai kemiringan yang negatif (konsumen akan mengurangi konsumsi barang yg satu apabila ia menambah jumlah barang lain yang di konsumsi)
2.      Cembung ke arah titik origin, menunjukkan adanya perbedaan proporsi jumlah yang harus ia korbankan untuk mengubah kombinasi jumlah masing-masing barang yang dikonsumsi (marginal rate of substitution)
3.      Tidak saling berpotongan, tidak mungkin diperoleh kepuasan yang sama pada suatu kurva indiferens yang berbeda
Perbedaan antara pendekatan kardinal dengan ordinal
Pandangan antara besarnya utility menganggap bahwa besarnya utiliti dapat dinyatakan dalam bilangan/angka. Sedangkan analisis ordinal besarnya utility dapat dinyatakan dalaml bilangan/angka.
Analisis cardinal mengunakan alat analisis yang dinamakan marginal utiliy(pendekatan marginal). Sedangkan analisis ordinal menggunakan analisis indifferent curve atau kurva kepuasan sama .
Macam-macam elastisitas
Asumsi dalam elastisitas adalah perubahan harga akan mempengaruhi perubahan permintaan. Harga di sini tidak terbatas dengan harga barang tersebut akan tetapi juga harga barang lainnya. Pada keadaan normal, apabila harga sebuah mobil merk X turun, maka permintaan akan kendaraan tersebut akan meningkat. Pada kejadian yang sama bila harga pesaing mobil merk X naik, maka hal ini dapat menyebabkan permintaan mobil merk X akan naik. Mobil pesaing ini disebut barang subtitusi. Di samping itu bila harga barang pelengkap/komplementer (misalkan bahan bakar) turun maka permintaan mobil merk X juga akan naik.
Elastistas silang
Elastisitas silang adalah efek atas perubahan permintaan atau penawaran dari satu barang sebagai akibat dari perubahan dalam sesuatu yang berkaitan dengan produk lain berapa banyak perubahan harga satu produk yang akan mengubah volume penjualan lain.
Elastisitas harga silang dari produk A dengan produk B adalah:
(Q A / T A) / (ΔP B / P B)
dimana
T A adalah kuantitas penjualan A
Q A adalah perubahan jumlah A dijual
P B adalah harga B
ΔP B adalah perubahan harga B.
Sebuah elastisitas silang tersebut dapat positif atau negatif.. Jika dua barang komplementer maka kenaikan harga satu akan mengurangi permintaan untuk keduanya.. Jika mereka pengganti (misalnya, alam dan karet sintetis) kenaikan harga satu akan meningkatkan permintaan untuk yang lain.
Elastisitas pendapatan : Penghasilan elastisitas mengukur seberapa sensitif penjualan suatu yang baik untuk perubahan pendapatan konsumen: Hal ini:
(Δ Q / T) / (Δ Y / Y)
Dimana:
Q = adalah kuantitas yang diminta
Y  = adalah pendapatan,
Δ  =  memiliki arti yang biasa untuk menunjukkan perubahan.
Elastisitas Penghasilan mengarah pada efek pendapatan , dan klasifikasi barang sebagai inferior atau normal. Pendapatan elastisitas lebih besar dari satu juga telah digunakan untuk mengklasifikasikan barang sebagai kemewahan daripada kebutuhan. Alasan di balik kedua adalah bahwa jika orang tidak dapat mengurangi konsumsi mereka yang baik sesuai dengan pendapatan mereka, maka harus (kepada mereka) keharusan.. Perlu diketahui bahwa (seperti teori ekonomi lebih mirip) hanya penilaian dari jumlah konsumen.. Itulah sebabnya, dengan kriteria ini, tembakau (atau heroin dalam hal ini) adalah suatu keharusan: kebenaran ini adalah di luar cakupan pembahasan kita di sini.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari beberapa Definisi tersebut di atas maka dapat di tarik suatu kesimpulan bahwa perilaku konsumen adalah tindakan-tindakan yang dilakukan oleh individum, kelompok, atau organisasi yang berhubungan dengan proses pengambilan keputusan dalam mendapakan, menggunakan barang-barang atau jasa ekonimi yang dafat di pengaruhi linkungan.
Perilaku konsumen adalah tinkat laku dari konsumen, dimana mereka dapat mengilustrasikan sutu produk dan jasa mereka/satu tindakan-tindakan, proses hubungan sosial yang dilakukan oleh individu, kelompok dan organisasi dalam mendapatkan, menggunakan sutu produk atau lainnya sebagai suatu akibat dari pengalaman, dengan mempelajari 3 variabel perilaku konsumen.
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen yaitu : kekuatan sosial budaya dan kekuatan pisikologis.
Metode yang digunakan dalam penelitian perilaku konsumen dan metode memusatkan atau memfokuskan kelompok konsume.
Teori tingkahlaku konsumen menerangkan tentang perilaku konsumen dipasaran, yaitu menerangakan sikap konsumen dalam membeli dan memilih barang yang akan dibelinya. Teori ini dikembangka dalam dua bentuk : teori utility dan analisis kepuasan sama.
DAFTAR PUSTAKA
Mowen ,Jons c,. 2002”perilaku konsumen jilit 1” bandung, erlangga
Mangkunegara, anwar prabu, 2002 “ Prilaku konsumen edisi revisi” bandung, refika aditama
Sumarwan, ujang, 2002 “ perilaku konsumen” , bogor selatan, ghalia inddonesia
Pater, j. paul, 1996 “ perilaku konsumen dan strategi pemasaran”bandung. erlangga

Rabu, 18 April 2012

Demokrasi


4. Demokrasi : Antara Teori Dan Pelaksanaan di Indonesia

A.pengantar arti , makna, dan manfaat demokrasi
         
            Demokrasi berasal dari kata yunani demos dan kraton. demos artinya rakyat, kraton berarti pemerintahan. Demokrasi berarti pemerintahan rakyat,yaitu pemerintahan yang rakyatnya memegang peranan yang sangat menentukan.
Didalam the advanced learner’s dictionary of current english ,bahwa yang dimaksud dengan democracy adalah:

(1) country with principles of government in which all adult citizens share throught their ellected representatives
 (2)country with government which encourages and allows right of citizenship such of freedom of speech. Religion ,opinion,and association,the assertion of rule of law, majority rule,accompanied by respech for the rights of minorities.(3)society in which there is treatment of each other by citizens as equals.
Kata demokrasi merujuk kepada konsep kehidupan negara atau masyarakat ,dimana warga negara dewasa turut berpartisipasi dalam pemerintahan melalui wakilnya yang dipilih melalui pemilu. Pemerintah dinegara demokrasi juga mendorong dan menjamin kemerdekaan berbicara, beragama, berpendapat, berserikat setiap warga, menegakkan rule of law, adanya pemerintahan mayoritasyang menghormati hak-hak kelompok minoritas dan masyarakat yang waga negaranya saling memberi peluang yang sama untuk mendapatkan kehidupan yang layak.

Manfaat demokrasi
            Kekuasaan negara berada di tangan rakyat dan dilakukan dengan sistem perwakilan, dan adanya peran aktif masyarakat dapat memberikan manfaat.manfaat demokrasi diantaranya adalah sebagai berikut:
1.      kesetaraan sebagai warga Negara
Bertujuan memperlakukan semua orang adalah sama sederajat
2.      memenuhi kebutuhan-kebutuhan umum
Semakin besar suara rakyat dan menentukan kebijakan , semakin besar pula kemungkinan kebijakan yang mencerminkan keinginan dan aspirasi-aspirasi rakyat.
3.      pluralisme dan kompromi
Mengandalkan debat terbuka,persuasi, dan kompromi penekanan demokrasi pada debat tidak hanya mengamsumsikan adanya perbedaan-perbedaan pendapat dan kepentingan pada sebagai besar masalah kebijakan.
4.      menjamin hak-hak dasar
Demokrasi menjamin kebebasan-kebebasan dasar. Negara-negara demokrasi dapat diandalkan untuk melindungi hak-hak tersebut. Hak-hak tersebut memungkinkan pengembangan diri setiap individu dan memungkinkan terwujudnya keputusan-keputusan kolektif yang lebih baik.
5.      pembaruan kehidupan sosial
Kebijakan-kebijakan yang telah usang secara rutin dan penggantian para politisi dilakuakn dengan cara yang santun.




B.Nilai-nilai demokrasi

            Demokrasi adalah sistem pemerintahan yang terbaik dibanding dengan sistem lainnya.pola perilaku yang menjadi tuntunan atau norma/nilai-nilai demokrasi yang diyakini masyarakat.nilai-nilai dari demokrasi membutuhkan hal-hal berikut :
1.      kesadaran akan pluralisme
Masyarakat yang hidup demokratis harus menjaga keberagamaan yang ada di masyarakat.Demokrasi menjamin keseimbangan hak dan kewajiban setiap warga negara.maka kesadaran akan pluralitas sangat penting dimiliki bagi rakyat indonesia.
2.      sikap yang jujur dan pikiran yang sehat
Pengambilan keputusan didasarkan pada prinsip musyawarah mufakat, dan memerhatikan kepentimgan masyarakat pada umumnya.

3.      demokrasi membutuhkan kerja sama antarwarga masyarakat dan sikap serta itikad baik.
Mengambil keputusan yang disepakati semua pihak masyarakat yang terkotak-kotak dan penuh curiga kepada masyarakat lainnya.

4.      demokrat membutuhkan sikap kedewasaan
Kesadaran untuk dengan tulus menerima kemungkinan kompromi atau kekalahan dalam pengambilan keputusan.

5.      demokrasi membutuhkan pertimbangan moral
Cara mencapai kemenangan haruslah sejalan dengan tujuan dan berdasarkan moral serta tidak menghalalkan segala cara

C. Prinsip dan parameter demokrasi
Pemerintahannya mewujudkan prinsip-prinsip demokrasi. Menurut robert a. dahl terdapat tujuh prinsip demokrasi yang harus ada dalam sistem pemerinthan, yaitu :

1.      adanya kontrol atau keputusan pemerintahan
2.      adanya pemilihan yang teliti dan jujur
3.      adanya hak memilih dan dipilih
4.      adanya kebebasaan menyatakan pendapat tanpa ancaman
5.      adanya kebebasaan mengaskes informasi
6.      adanya kebebasaan berserikat yang terbuka

            Kebebasaan berserikat dan berpolitik juga sudah dijamin undang-undang. UU nomor 21 tahun 2001 dan UU nomor 13 tahun 2003 menjamin kebebasaan warga negara untuk berserikat dan berkumpul.
Parameter untuk mengukur demokrasi dapat dilihat dari empat hal, yaitu :

1.      pembentukan pemerintah melalui pemilu
2.      sistem pertanggungjawaban pemerintahan
3.      pengaturan sistem dan distribusi kekuasaan Negara
4.      pengawasan oleh rakyat

D.Jenis-jenis demokrasi

Demokrasi ada beberapa jenis yang disebabkan perkembangan dalam pelaksanannya diberbagai kondisi dan tempat.

1.      Demokrasi berdasarkan cara menyampaikan pendapat
a)      demokrasi langsung
diikutsertakan dalam proses pengambilan keputusan untuk menjalankan kebijakan pemerintahan.
b)      demokrasi tidak langsung atau demokrasi perwakilan
aspirasi rakyat disalurkan melalui wakil-wakil rakyat yang duduk dilembaga perwakilan rakyat.
c)      demokrasi perwakilan dengan sistem pegawasan langsung dari rakyat
d)     merupakan campuran antara demokrasi langsung dengan demokrasi perwakilan. Referendum merupakan pemungutan suara untuk mengetahui kehendak rakyat secara langsung. Referendum diklasifikasikan menjadi 3:
1.      referendum wajib
Dilakukan ketika ada perubahan atau pembentukan norma penting dan mendasar dalam UUD atau UU yang sangat politis.
2.      referendum tidak wajib
Dilaksanakan jika dalam waktu tertentu setelah rancangan undang-undang diumumkan,sejumlah rakyat mengusulkan diadakna referendum.
3.      referendum konsultatif
Hanya sebatas meminta persetujuan , karena rakyat mengerti permasalahnya.

2.      demokrasi berdasarkan titik perhatian atau prioritas
a)      demokrasi formal
secara hukum menempatkan semua orang dalam kedudukan yang sama dalam bidang politik.
b)      demokrasi material
memandang manusia mempunyai kesamaan dalam bidang sosial-ekonomi.
c)      demokrasi camouran
merupakan campuran dari kedua demokrasi tersebut diatas.

3.      berdasarkan prinsip ideologi
a)      demokrasi liberal
memberikan kebebasaan yang luas pada individu.campur tangan pemerintah diminimalkan bahkan ditolak.
b)      demokrasi rakyat atau demokrasi proletar
bertujuan menyehterakan rakyat.negara yang dibentuk tidak mengenal perbedaan kelas.





4.      berdasarkan wewenang dan hubungan antar alat kelengkapan negara

a)      demokrasi sistem parlementer
ciri-ciri pemerintahan parlamenter antara lain:
1)      DPR lebih kuat dari pada pemerintah
2)      Kepala pemerintah/kepala eksekutif disebut perdana menteri dan memimpin kabinet.
3)      program kebijakan kabinet disesuaikan dengan tujuan politik
4)      kedudukan kepala negara terpisah dari kepala pemerintah
5)      jika pemerintah dianggap tidak mampu

b)     demokrasi sistem presidensial
ciri-ciri pemerintahan yang menggunakan sistem presendisial adalah sebagai berikut :
1)      negara dikepalai presidensial
2)      kekuasaan eksekutif prsedien dijalankan berdasarkan kedaulatan
3)      presiden mempunyai kekuasaan mengangkat dan memberhentikan menteri
4)      menteri tidak bertanggung jawab kepada dpr melainkan kepada presiden

E. pelaksanaan demokrasi di indonesia

            Ada empat macam demokrasi yang pernah diterapkan dalam kehidupan ketatanegaraan kita, yaitu demokrasi liberal, demokrasi terpimpin, dan demokrasi pancasila, dan demokrasi langsung pada era reformasi.

1.      demokrasi parlementer (liberal)
Pada masa berlakunya UUD periode pertama (1945-1949) , kemudian dilanjutkan pada masa berlakunya republik indonesia serikat 1949 dan UUD 1950.

2.      demokrasi terpimpin
Memiliki kelebihan yang dapat mengatasi permasalahan yang dihadapi masyarakat.pokok-pokok demokrasi.Demokrasi terpimpin tidak bertentangan dengan pancasila dan Uud 1945 serta budaya bangsa indonesia.

3.      demokrasi pancasila pada era orde baru
Latar belakang muculnya demokrasi pancasila adalah adanya berbagai penyelewengan dan permasalahan yang dialami bangsa indonesia pada masa berlakunya demokrasi parlementer dan demokrasi terpimpin.
Demokrasi pancasila mengandung arti bahwa dalam menggunakan hak-hak demokrasi haruslah disertai rasa tanggung jawab kepada tuhan yang maha esa menurut agama dan kepercayaan masing-masing.

4.      demokrasi langsung pada era orde reformasi
Orde reformasi ini merupakan konsensus untuk mengadakan demokrasi dalam segala bidang kehidupan.orde reformasi ini dilakukan secra bertahap karena memang reformasi berbeda dengan revolusi yang berkonotasi perubahan mendasar pada semua komponen.


F. mengembangkan sikap demokrasi
Untuk mengembangkan sikap demokrasi, maka proses pembelajaran dan pendidikan akan lebih efektif bila dimulai dari dalam keluarga dan dalam dunia pendidikan formal.
Berikut ini adalah panduan yang dapat membantu orang menanamkan nilai-nilai demokrasi dalam diri anak:
1.      memberikan perhatian dengan serius padanya
2.      mengusahakan menjadi pembicara yang baik
3.      memberikan kesempatan memperbaiki sebelum memberikan sanksi
4.      menghormati anak
5.      melibatkan anak dalam pengambilan keputusan
Hal khusus yang perlu diperhatikan oleh para guru dan dosen yaitu :
1.      menjadikan siswa dan mahasiswa sebagai subjek atau teman
2.      sebagai pendidik baik guru maupun dosen
3.      sebaiknya menghindari mencaci-maki atau memarahi murid/mahasiswa
4.      guru dan dosen mengembangkan sikap adil, terbuka, konsisten dan bijaksana
Hal yang perlu diperhatikan oleh siswa dan mahasiswa yaitu :
1.      aktif mengungkapkan ide,gagasan,dan pikirannya
2.      mempunyai kemampuan untuk belajar
3.      mengembangkan derajat kesehatan sehingga sehat secara jasmani dan rohani

Hal yang perlu diperhatikan oleh masyarakat dan pemerintah yaitu :
1.      mengembangkan sikap menghargai perbedaan pendapat.
2.      mengembangkan kerja sama antaranggota masyrakat
3.      menggunakan mekanisme demokrasi untuk menccari titik perbedaan pendapat